Peningkatan Kualitas Kemampuan Fungsional Dalam Pencegahan Osteoarthritis Pada Lansia Desa Nambo
DOI:
https://doi.org/10.63202/bnpmi.v2i1.94Keywords:
Osteoarthritis, Kemampuan Fungsional, lansia, Latihan Peregangan, Latihan PenguatanAbstract
Osteoarthritis merupakan suatu penyakit degeneratif pada persendian yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu umur, jenis kelamin, ras, genetik, merokok, trauma, pekerjaan (aktivitas), kebiasaan olahraga dan obesitas. Penyakit ini mempunyai karakteristik berupa terjadinya kerusakan pada kartilago (tulang rawan sendi). Hal ini ditandai dengan pemecahan kartilago, perubahan tulang sendi, kerusakan tendon dan ligamen, dan berbagai derajat peradangan lapisan sendi. Di Indonesia, prevalensi OA mencapai 5% pada usia <40 tahun, 30% pada usia 40-60 tahun, dan 65% pada usia >61 tahun, dimana perempuan lebih tinggi dari laki-laki. Kegiatan Program pemberdayaan dilakukan untuk menilai kemampuan fungsional dengan Skor Kuesioner WOMAC sebelum dan sesudah diberikan pemberdayaan dengan kegiatan berupa edukasi dan Latihan peregangan dan penguatan lutut pada lansia dalam mencegah osteoarthritis.Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan desain “One-group pretest-posttest design” tanpa adanya kelompok kontrol. Kegiatan berupa edukasi penyuluhan terkait nyeri lutut dan praktik bersama Latihan peregangan dan penguatan lutut. Hasil kegiatan menunjukan penurunan Skor Kuesioner WOMAC dari beberapa kategori. Monitoring dan evaluasi dilakukan melalui observasi dan post-test, yang menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan lansia terkait latihan peregangan dan penguatan lutut berdampak positif dalam mendukung pencegahan osteoarthritis.

